Rabu, 29 Juni 2011


<a href="http://softwarebisnisonline.com/?id=buditurmudi" title="Bisnis Online Dengan Modal 100% Gratis" target="_blank">
<img src="http://softwarebisnisonline.com/images/sbo125.gif"

Selasa, 26 April 2011

Pengalamankoe : Holiday At Villagio - Qatar

Tanggal 6 maret 2011 yang lalu, dapat jatah libur nih dari atasan. Satu hari sich, tapi lumayan.. (heheh...). Hari itu, bertepatan dengan hari jadinya Bank Central Qatar.

Hmmm... tanpa berfikir lama, segera saya membuat planing jadwal acara dalam satu hari. Paginya, saya pakai untuk tidur balas dendam heheh... ya, biasanya setiap pagi jam 8, saya harus standby di tempat kerja, kalau lagi gak ada kustomer yang nyangkut di konter saya, kadang mata ini terkantuk-kantuk. Salah saya sich, maen begadang tiap malam cuma buat internetan. Jadinya,  kerja saya gak fokus n loyo... Kebiasaan jelek yang harus saya singkirkan secepatnya!.

Siangnya, setelah shalat zhuhur, saya ngeloyor ke dapur yang letaknya di lantai dasar rumah akomodasi. Ada 1 kemasan paha ayam dalam kulkas, yang semalem saya beli dari LULU Market. Satu botol sambal Thailand,   akan saya pakai sebagai pelengkap saosnya. Paha ayam ini, saya goreng kering, lalu saya bumbui sambal Thailand. Ada 10 potong paha ayam, lumayan cukup buat makan siang dan makan malam nanti untuk tiga orang.

Yeaah... tibalah, waktu yang kutunggu-tunggu!. Jalan-jalan ke Villagio. Setelah shalat isya berjama'ah dengan teman-teman, saya dan teman-teman pun berangkat.

Villagio ini, dikenal sebagai gedung yang mempunyai langit-langit palsu di dalam. Langit-langit ini, dibuat mirip seperti aslinya. Villagio berfungsi sebagai mall, namun dibangun dengan gaya artistik, yang membuat mall ini tampil beda dengan yang lainnya. Kalau kita masuk ke dalam ruangan villagio ini, hal pertama yang membuat mata melirik, adalah langit palsunya. Tanpak indah, seperti langit asli. Pantas saja, banyak sekali pengunjung yang datang ke sini. Selain itu, di ruangan utamanya, kita akan melihat sungai yang panjangnya sejauh gedung Villagio ini. Mata saya mulai melirik perahu kecil yang berada di atas sungai itu.Perahu ini, sengaja dipasang untuk para pengunjung yang berminat untuk menyewa. Sayang, waktu itu saya tidak sempat menanyakan berapa biaya untuk menyewa perahu itu.

Setelah asyik dengan langit-langit palsu, juga perahu kecil. Saya pun segera beranjak melangkah ke tempat sekitarnya. Ada sebuah konter yang menjual aneka asessoris, mulai dari pernak-pernik, jam tangan, lukisan, boneka-boneka, karikatur Qatari, semua dibuat khas ala Qatar. Ada juga gerai-gerai yang menjual aneka pakaian abaya, dan jubah orang Qatar. Bicara harga, hmmm.. jangan salah, luar biasa mahalnya bagi ukuran karyawan seperti saya ini.. heheh.

Ya, itu sedikit pengetahuan saya tentang Villagio ini. Buat pembaca yang penasaran ingin tahu, seperti apa Villagio itu, saya bagikan foto-fotonya nih...










Ayat Al Quran Pilihan : QS. Al Ahzab : 35


إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya : “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab : 35)

Opini : Tenang






Tenang.

Tenang itu bersikap lembut, tidak kasar.
Tenang itu bersikap sabar, tidak terburu-buru.
Tenang itu kalem, tidak kaku.
Tenang itu teratur, tidak ceroboh.

Tenang itu perlahan-lahan bukan berarti lambat.
Tenang itu dengan fikiran jernih, bukan dengan nafsu dan amarah.

Tenang mampu membangun kepercayaan diri,
Tenang dapat menghindarkan diri dari bahaya fitnah,
Tenang dapat menjadikan diri bersikap adil, tidak mudah marah dan tidak egois.
Tenang juga membuat kita mampu menganalisa, dan mampu menimbang-nimbang sehingga   tidak ada lagi keraguan.

Selasa, 29 Maret 2011

Resep Masakan : Dadar Telur Isi Wortel, Resep Ibu Sejak Dulu



1298274350269176228
Resep dadar telur ini sangat inovatif. Ibuku memang pintar dan kreatif. Dia tahu bagaimana membuat masakannya disukai saya dan kakak-kakakku. Dadar telur ini, Ibu buat lebih beda dengan dadar telur biasa. Ibu tambahkan wortel yang sudah diparut sebagai isinya. Biasanya Ibu sajikan untuk sarapan pagi kami sebelum berangkat sekolah.

Bahan yang diperlukan sangat sederharna. Masaknya pun cepat. Cuma butuh beberapa menit saja. Cocok buat yang sibuk kerja di kantor, atau mahasiswa yang mandiri, masak dan mandi sendiri kayak saya (hehehe...).

Buat para kompasianer yang tertarik untuk mencoba membuat dadar telur isi wortel ini, berikut saya bagikan resepnya. Asli dari tangan Ibuku loh...

Bahan-bahannya :
1. Telur Ayam 5 butir
2. Wortel 4 buah
3.  Bawang daun
4.  Minyak goreng
5.  Lada bubuk
6.  Garam secukupnya

Cara membuatnya :
1. Kocok telur, masukan sebagian bawang daun yang sudah diiris, garam, dan lada bubuk.
2. Panaskan wajan, tuangkan minyak secukupnya, masukan telur yang sudah dibumbui, lalu buatlah melebar   hingga berbentuk telur dadar. Dinginkan di atas talenan atau piring lebar.
3. Panaskan wajan, tuangkan minyak secukupnya, masukan wortel yang sudah diparut, bubuhi garam, lada bubuk dan masukan sisa irisan daun bawang. Aduk beberapa saat.
4. Masukan wortel tadi ke atas dadar telur secara merata. Lalu gulung dadar telur menutupi isi wortel.
5. Potong menjadi beberapa bagian, lalu sajikan dengan saos dan nasi hangat.

Selamat mencoba... ^_^
 
(Sudah diterbitkan di kompasiana)



Wisata Kuliner : Sandwich dan Chai, Menu Sarapan Pertamaku di Qatar




Awalnya, saya ditawarin sandwich oleh teman sekantor. Sandwich yang dia kasih ini berupa gulungan khubuz (nama yang biasa dipakai orang arab di Qatar) atau sejenis dadar yang terbuat dari tepung gandum. Di dalamnya diisi dengan irisan daging ayam, dilengkapi dengan irisan tomat, mentimun, dan daun salada. Kemudian dicampur mayones dan saos. Kebetulan saat itu saya belum sempat sarapan di rumah. Jadi, sandwich itu cukup membantu saya untuk menjajal perut yang memang sudah terasa lapar.

Sebenarnya, lidah saya tidak terbiasa makan sandwich ini. Apalagi buat sarapan, yang biasanya nasi sama lauk pauknya. Tapi, entah karena lapar atau memang enak, sandwich itu terasa bersahabat di lidah saya. Hehe...

Baru setengah potong sandwich itu saya habiskan, tiba-tiba datang seorang OB asal Srilangka menyodorkan saya segelas chai. Hmmm... nama yang unik, dan baru terdengar di telinga saya. Segelas chai hangat, mulai kulirik. Warnanya coklat mirip bajigur, minuman khas orang sunda,  yang biasa saya beli dari penjual yang suka lewat depan rumah saya. Chai ini, dibuat dari teh yang diseduh, dan dicampur dengan susu cair. Paling enak diminum selagi hangat.

Besoknya, saya mencoba mengunjungi sebuah kafe milik orang India. Hanya untuk berburu sandwich dan chai. Kebetulan letaknya bersebelahan dengan kantor saya. Untuk satu potong sandwich harganya 3 real saja atau sekitar 7.350 rupiah. Saya lebih suka sandwich yang isi dadar telur. Harganya pun sama dengan sandwich isi daging ayam. Tak lupa saya pesan juga chai. Chai ini harganya Cuma 1 real, sekitar 2450 rupiah.

Sandwich diambil dari nama bangsawan bernama "The 4th Earl of Sanwic"(1718-1792). Sir Earl ini suka main kartu di meja dan tidak mau keasyikannya bermain kartu terganggu waktu makan. Maka dari itu Ia minta untuk dibuatkan roti yang praktis dan jadilah "Sandwich".

Nama chai, diambil dari bahasa arab, yaitu :"Syai" yang artinya teh. Chai ini menjadi minuman sehari-hari di Qatar. Hampir semua warung makan menyediakan chai sebagai minuman utama. Memang cocok sekali kalau disajikan dengan sandwich saat pagi hari.

Gimana, ada yang tertarik membuat sandwich dan chai ini di Indonesia?.

(Tulisan ini, sudah diterbitkan di kompasiana - kompas online)

Puisi : Diam

Diam
Diam,
Semua diam
Mengapa harus diam?
Mulut tak bisu
Mata tak buta

Tibalah masa
Di mana mata menjadi buta
Hilanglah rasa iba
Lenyaplah kata-kata

Dulu
Rumah bagai istana
Kini hening bagai astana
Dulu
Hartamu berlimpah
Kini
Hanyut bagai limbah

Roda kehidupan terus  berputar dalam peredaran zaman
Yang sejahtera  yang sejahtera
Yang sengsara yang sengsara
Hidup nafsi – nafsi
Hanya karena ambisi duniawi