Google+ Followers

Selasa, 29 Maret 2011

Puisi : Diam

Diam
Diam,
Semua diam
Mengapa harus diam?
Mulut tak bisu
Mata tak buta

Tibalah masa
Di mana mata menjadi buta
Hilanglah rasa iba
Lenyaplah kata-kata

Dulu
Rumah bagai istana
Kini hening bagai astana
Dulu
Hartamu berlimpah
Kini
Hanyut bagai limbah

Roda kehidupan terus  berputar dalam peredaran zaman
Yang sejahtera  yang sejahtera
Yang sengsara yang sengsara
Hidup nafsi – nafsi
Hanya karena ambisi duniawi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar